Komunitas Blogger Pontianak

Puisi Akrostik; Asmirizani

Puisi akrostik merupakan puisi yang dibuat berdasarkan huruf dari sebuah kata. Kata yang dipisahkan setiap huruf merupakan sebuah huruf yang disusun secara vertikal. Dari huruf-huruf tersebut dirangkailah sebuah kalimat yang saling kait-mengait membentuk suatu bait.

Wyaz Ibn Sinentang merupakan sastrawan yang sudah lama menulis puisi. Beliau menulis sebuah puisi akrostik dari nama saya, ASMIRIZANI. Sebagai penulis pemula, saya sangat senang, kagum, dan mengapresiasi karya beliau dan sosoknya. Saya mencantumkan puisi ini di blog personal saya sebagai apresiasi dan ucapan terima kasih.

Berikut puisi akrostik yang dibuat Wyaz Ibn Sinentang untuk saya dengan menggunakan kata "ASMIRIZANI.


ASMIRIZANI


A-ngin tak selalu rindu dengan kedatangan kata
S-eperti ketika dia embus putik mawar merana
M-alam jua tak ingin kehilangan cahya rembulan
I-barat dia padamkan hasrat fajar terkulaikan
R-asa memuncaki awan tapi putihnya berganti kelabu
I-mpinya lepas bersama lazuardi membawa kelu
Z-aman menapak letih kalbu jaga kearifan
A-kar bergoyang tinggal kita maknai kesetiaan
N-amun kedatangan angin sejukkan kata
I-nkrah genggam putik mawar untuk selamanya

TRY, 6 Agustus 2016
***

WYAZ (WahyudiAbdurrahman Zaenal) IBN SINENTANG lahir di kota Pontianak tanggal 24 April1966. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980. Selain puisi juga menulis cerita pendek, dan artikel. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media lokal, nasional, negeri jiran, dan juga media online. 

Antologi puisi tunggalnya BERSAMA HUJAN (Kelompok Empat Kreatif, 2011), HIJRAH (Kelopak Poedjangge, 2012), NYANYIAN LILIN PUTIH (Shell-Jagad Tempurung, 2012). 

Pernah tergabung dalam KOMPAK (Kelompok Penulis Pontianak), Sanggar CS2K (Cipta Sastra Swara Khatulistiwa), Bengkel Sastra Kalbar, salah satu pendiri IPSKH (Ikatan Penulis Sastra Kota Hantu), Komite Sastra DKKP (Dewan Kesenian Kota Pontianak) tahun 2002, penggagas Komunitas Sastra Pinggiran Bunga Trotoar, penggagas Diskusi Sastra Imajiner Kembang Gula, owner KELOPAK POEDJANGGE.

Baca Juga: Puisi- Puisi Wyaz Ibn Sinentang
Share on Google Plus

About Asmirizani

Lelaki biasa yang sedang belajar mengeja hidup. Membaca, menulis, dan belajar tiada henti ditemani secangkir kopi jahe,